Rabu, 18 Mei 2016
iseng
Gundahku
menjadi duri yang menusuk detak ini
Mencoba
bersabar demi segala kebodohan ini
Entah
bodoh atau kegilaan yang terbuat dibaawah atap ini
Kepercayaan
bagi mereka mudah didapatkan hingga mudah mengecewakannya
Seperti
kopi yang kuminum hari ini rasa manis tertutup oleh rasa pahit yang sangat
getir
Tersenyum
ketika menjatuhkan itu hal biasa bagi semuanya
Hingga
hidungku tersendak oleh aroma kebusukan dibawah atap ini
Ingin
kuhancurkan batu yang menjulang tinggi pembatas tempat ini
Agar
udara yang jernih bisa menghapus kebusukan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Lanjutkannn...
BalasHapus